4vEwQwn2N76CQsEE22YcimIBXTw6fR8sELEf9IPn
Bookmark

Departementalisasi Biaya Overhead CA

Departementalisasi biaya overhead pabrik mencakup alokasi biaya departemen pendukung, alokasi biaya departemen pendukung dengan metode step (step-down), dan alokasi baiya departemen pendukung dengan metode resiprokal. Materi Departementalisasi Biaya Overhead CA disusun untuk membantu pemahaman pembaca dalam rangka menghadapi ujian akuntansi manajemen lanjutan untuk mendapatkan gelar profesi Chartered Accountant.

Departementalisasi Biaya Overhead CA
Image by freepik

Pendahuluan

Definisi dan tujuan

  • Overhead pabrik: Merupakan biaya tidak langsung yang diperlukan dalam proses produksi, seperti biaya pemeliharaan, utilitas, administrasi pabrik, dan sebagainya

  • Departementalisasi: Dalam konteks overhead pabrik, departementalisasi berarti pembagian biaya tidak langsung ke beberapa departemen (baik departemen produksi maupun departemen pendukung)

  • Tujuan alokasi biaya:

    • Akurasi penentuan harga pokok: Untuk menentukan biaya produk secara tepat

    • Pengambilan keputusan manajerial: Memberikan informasi yang relevan untuk evaluasi kinerja dan pengendalian biaya

    • Penyediaan informasi kinerja: Mengukur efisiensi masing-masing departemen

Klasifikasi departemen

  • Departemen produksi: Tempat langsung terjadinya proses produksi

  • Departemen pendukung: Memberikan layanan atau dukungan kepada departemen produksi maupun antar departemen pendukung lainnya (departemen pemeliharaan, IT, dan administrasi)

Alokasi Biaya Departemen Pendukung

Sebelum masuk ke metode alokasi, penting untuk memahami mengapa dan bagaimana biaya dari departemen pendukung harus dialokasikan:

Mengapa ? 

Biaya pendukung tidak dapat langsung ditelusuri ke produk akhir. Oleh karena itu, agar penentuan harga pokok lebih akurat, biaya ini harus dialokasikan ke departemen produksi.

Bagaimana ?

Ada beberapa metode alokasi, yaitu:

  • Metode direct (langsung): Mengalokasikan biaya pendukung hanya ke departemen produksi (tanpa mempertimbangkan interaksi antar departemen pendukung). Meskipun sering diajarkan, metode ini tidak selalu mencerminkan realitas saling dukung antar departemen.

  • Metode Step (Step-Down): Mengalokasikan biaya pendukung secara berurutan dari satu departemen pendukung ke departemen lainnya (termasuk ke beberapa pendukung yang belum dialokasikan)

  • Metode resiprokal: Mengakui saling dukung antar departemen pendukung dengan menyelesaikan sistem persamaam simultan.

Metode Alokasi dengan Pendekatan Step (Step-Down Method)

Pengertian

Metode step atau step-down, adalah teknik alokasi dimana biaya dari departemen pendukung dialokasikan secara berurutan. Urutan alokasi ditentukan berdasarkan kriteria tertentu, misalnya:

  • Besarnya biaya total yang harus dialokasikan

  • Besarnya layanan yang diberikan ke departemen lain

Setelah suatu departemen pendukung dialokasikan, biaya pendukungnya tidak diperhitungkan lagi ketika mengalokasikan biaya dari departemen pendukung lainnya, meskipun masih ada layanan timbal balik yang terjadi.

Langkah-langkah prosedur

  • Identifikasi dan pengelompokan: Pisahkan departemen menjadi departemen produksi dan departemen pendukung

  • Menentukan urutan alokasi: Urutkan departemen pendukung berdasarkan kriteria (misal: total biaya atau jumlah layanan yang diberikan ke departemen lain)

  • Mengalokasikan biaya: Mulai dengan departemen pendukung yang berada di urutan pertama. Alokasikan biaya departemen tersebut ke departemen lain (baik pendukung yang belum dialokasikan maupun produksi) mengunakan basis alokasi yang sesuai (misal: jumlah jam kja, jumlah unit layanan, luas rea, dsb). Setelah biaya dialokasikan, biaya yang sudah dialokasikan ke departemen pendukung lain tidak akan dialokasikan kembali pada langkah berikutnya.

  • Mengulang proses: Lanjutkan dengan departemen pendukung berikutnya sesuai urutan hingga semua biaya departemen pendukung telah dialokasikan. 

Kelebihan dan kekurangan

Kelebihan:

  • Relatif mudah diterapkan

  • Menghasilkan alokasi yang cukup wajar jika interaksi antar departemen pendukung tidak terlalu signifikan

Kekurangan:

  • Tidak sepenuhnya mengakomodasi hubungan timbal balik antara departemen pendukung

  • Urutan alokasi dapat mempengaruhi hasil akhir alokasi, sehingga memilih urutan yang optimal bisa menjadi subyektif

Contoh perhitungan sederhana

Misalnya, terdapat dua departemen pendukung: Pemeliharaan dan IT, serta dua departemen produksi A dan B.

Data awal:

  • Total biaya departemen:
    • Pemeliharaan: 10 juta
    • IT: 6 juta

  • Informasi layanan:
    • Pemeliharaan memberikan:
      • 20% ke layanan IT
      • 50% ke produksi A
      • 30% ke produksi B

    • IT memberikan:
      • 40% layanan ke pemeliharaan
      • 30% ke produksi A
      • 30% ke produksi B

Menentukan urutan:

  • Jika didasarkan pada total biaya, Pemeliharaan (10 juta) dialokasikan terlebih dahulu, diikuti oleh IT

Alokasi dari Pemeliharaan:

  • Alokasikan 10 juta sebagai berikut:
    • IT: 20% x 10 juta = 2 juta
    • Produksi A: 50% x 10 juta = 5 juta
    • Produksi B: 30% x 10 juta = 3 juta

Catatan: Setelah alokasi, biaya IT yang diterima dari pemeliharaan (2 juta) tidak akan dipertimbangkan kembali ketika IT melakukan alokasi ke departemen lainnya.

Alokasi dari IT:

  • Biaya IT asli adalah 6 juta, namun dalam metode step, kita tidak mengalokasikan kembali biaya yang sudah diterima (2 juta dari Pemeliharaan) kepada departemen lain.

  • Sehingga, IT mengalokasikan 6 juta sebagai berikut:
    • Karena layanan ke Pemeliharaan tidak dihitung ulang (sudah dialokasikan), yang tersisa adalah:

      • Produksi A: 30% x 6 juta = 1,8 juta

      • Produksi B: 30% x 6 juta = 1,8 juta

Total biaya yang diterima oleh Departemen Produksi:

Produksi A: 5 juta (dari pemeliharaan) + 1,8 juta (dari IT) = 6,8 juta

Produksi B: 3 juta (dari pemeliharaan) + 1,8 juta (dari IT) = 4,8 juta

Catatan: contoh di atas adalah ilustrasi sederhana. Dalam praktik, dasar alokasi (misal: jam kerja, luas, unit layanan) harus sesuai dengan karakteristik departemen dan sifat layanan yang diberikan).

Metode Alokasi dengan Pendekatan Resiprokal (Reciprocal Method)

Pengertian

Metode resiprokal mengakui bahwa terdapat hubungan timbal balik (mutual services) antar departemen pendukung. Alih-alih mengabaikan layanan yang diterima oleh departemen pendukung dari satu sama lain (seperti pada metode step), metode resiprokal menyelesaikan masalah ini dengan:

  • Menyusun sistem persamaan linier yang menggambarkan interaksi antar departemen pendukung

  • Menyelesaikan persamaan tersebut untuk mendapatkan biaya total masing-masing departemen pendukung

  • Mengalokasikan biaya total tersebut ke departemen produksi

Langkah-langkah prosedur

1. Identifikasi hubungan antar departemen pendukung

Tentukan prorporsi layanan yang diberikan masing-masing departemen pendukung ke departemen pendukung lainnya dan ke departemen produksi

2. Meyusun sistem persamaan 

Misalnya, terdapat dua departemen pendukung, A dan B, dengan biaya masing-masing CA dan CB. Jika:

  • Departemen A memberikan x% layanan ke B

  • Departemen B memberikan y% ke layanan A

Maka biaya total (termasuk biaya yang diterima dari interaksi) dapat dituliskan sebagai:

3. Menyelesaikan sistem persamaan

Dengan metode subtitusi atau eliminasi, selesaikan untuk TA dan TB

4. Mengalokasikan biaya ke departemen produksi

Setelah mendapatkan total biaya TA dan TB untuk masing-masing departemen pendukung, alokasikan ke departemen produksi  berdasarkan basis alokasi (misal: presentase layanan yang diberikan).

Kelebihan dan kekurangan

Kelebihan:

  • Menghasilkan alokasi biaya yang paling akurat karena memperhitungkan seluruh interaksi timbal balik antar departemen pendukung

  • Cocok untuk situasi di mana hubungan antar departemen pendukung cukup signifikan

Kekurangan:

  • Perhitungan lebih kompleks dan memerlukan penyesuaian sistem persamaan simultan

  • Pengumpulan data yang akurat tentang proporsi layanan antar departemen menjadi sangat penting

Contoh perhitungan sederhana

Misal terdapat dua departemen pendukung: A dan B

Data awal:

  • Biaya langsung:
    • CA = 8 juta
    • CB = 5 juta

  • Informasi layanan:
    • Departemen A memberikan 25% dari total layanannya ke B
    • Departemen B memberikan 20% dari total layanannya ke A

Menyusun Persamaan:


Menyelesaikan Persamaan:


Alokasi ke departemen produksi

Misal, kedua departemen pendukung memberikan layanan ke dua departemen produksi dengan persentase:

  • Dari departemen A:
    • 60% ke produksi 1
    • 40% ke produksi 2

  • Dari departemen B:
    • 50% ke produksi 1
    • 50% ke produksi 2

Maka, total biaya yang dialokasikan:

Produksi 1:



Produksi 2:

Catatan: Angka-angka diatas hanya ilustrasi. Dalam praktik, dasar alokasi dan data yang digunakan harus disesuaikan dengan karakteristik perusahaan dan jenis layanan yang diberikan. 

Studi Perbandingan dan Pertimbangan Pemilihan Metode

Perbedaan utama

Metode Step:

  • Sederhana dan relatif mudah diterapkan

  • Tidak mengakomodir secara penuh hubungan timbal balik antar departemen pendukung

Metode Resiprokal:

  • Lebih akurat karena memperhitungkan interaksi penuh antar departemen pendukung

  • Lebih kompleks dalam perhitungannya karena memerlukan penyelesaian sistem persamaan simultan

Pertimbangan pemilihan metode

  • Tingkat interaksi antar departemen pendukung: Jika terdapat interaksi yang signifikan, metode resiprokal lebih disarankan

  • Ketersediaan data dan sumberdaya: Metode resiprokal memerlukan data yang lebih rinci dan analisis matematis yang kompleks

  • Kebutuhan akurasi: Untuk penentan harga pokok dan evaluasi kinerja yang membutuhkan presisi tinggi, metode resiprokal memberikan hasil yang lebih representatif

Latihan Soal

Kesimpulan

  • Departementalisasi biaya overhead pabrik merupakan langkah penting dalam penentuan biaya produk secara akurat

  • Alokasi biaya departemen pendukung harus dilakukan dengan mempertimbangkan baik metode sederhana (seperti direct dan step) maupun metode yang lebih kompleks (seperti resiprokal) tergantung pada tingkat interaksi antar departemen.

  • Metode step cocok digunakan bila hubungan antar departemen pendukung tidak terlalu kompleks, sedangkan metode resiprokal memberikan gambaran yang lebih akurat dalam lingkungan dengan interaksi timbal balik yang signifikan meskipun penghitungannya lebih kompleks.



Posting Komentar

Posting Komentar